{[['
']]}
Begini Cara Menghilangkan Trauma Berkepanjangan
Trauma adalah perasaan merasa tertekan dan kewalahan. Peristiwa traumatis termasuk kematian aktual atau terancam, cedera serius pada diri sendiri atau orang lain, atau ancaman terhadap kepercayaan pribadi seseorang atau orang lain. Contohnya termasuk penyerangan dengan kekerasan misalnya Penyerangan seksual atau fisik, atau penjarahan, penyiksaan, dan kecelakaan mobil yang parah. Pengungsi yang meninggalkan rumah mereka karena perang dan masalah politik mungkin menderita stres terkait trauma.
Tanda-Tanda dari trauma yaitu sebagai berikut:
• Kecemasan atau ketakutan akan bahaya bagi diri sendiri atau orang-orang terkasih, sendirian, berada dalam situasi menakutkan lainnya, memiliki kejadian serupa terjadi lagi.
• Menghindari situasi atau pikiran yang mengingatkan Anda tentang peristiwa traumatis.
• Menjadi mudah dikejutkan oleh suara keras atau gerakan tiba-tiba.
• Kilas balik di mana gambar peristiwa traumatis datang ke pikiran Anda tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, atau di mana Anda secara mental mengalami kembali peristiwa itu.
• Gejala fisik seperti otot tegang, gemetar atau gemetar, mual, sakit kepala, berkeringat, dan kelelahan.
• Kurangnya minat dalam aktivitas biasa, termasuk kehilangan nafsu makan atau minat berhubungan seks.
• Kesedihan, perasaan kehilangan, atau kesendirian.
• Gangguan tidur, bangun di tengah malam, mimpi buruk tentang peristiwa traumatis.
• Masalah dengan pemikiran, konsentrasi, atau mengingat sesuatu, terutama aspek dari peristiwa traumatis.
• Kesibukan memikirkan trauma.
Respon terhadap trauma dapat diwujudkan dengan reaksi stres akut, yang merupakan kondisi jangka pendek yang berkembang setelah kejadian traumatis. Gejala-gejalanya dimulai dalam beberapa menit setelah peristiwa traumatis dan dapat menghilang dalam beberapa jam, hari, atau minggu. Atau, mereka dapat mengembangkan gangguan stres pasca-trauma (PTSD), yang merupakan respons kecemasan jangka panjang setelah peristiwa traumatis atau bencana.





Posting Komentar